UNGU ITU VIOLET

VIOLET CAMPUZ COMUNITY

KETIKA ALLAH BERKATA TIDAK

Posted by myviolet pada April 17, 2008

* Ya Allah ambillah kesombonganku dariku. Allah berkata, “Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya.”

* Ya Allah sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat. Allah berkata, “Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara.”

* Ya Allah beri aku kesabaran. Allah berkata, “Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri.”

* Ya Allah beri aku kebahagiaan. Allah berkata, “Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri untuk menghargai keberkahan itu.”

* Ya Allah jauhkan aku dari kesusahan. Allah berkata, “Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku.”

* Ya Allah beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat Allah berkata, “Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal.”

* Ya Allah bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku Allah berkata…

“Akhirnya kau mengerti !”

Kadang kala kita berpikir bahwa Allah tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya. Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan-bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali — orang lain dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan. Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya – tanpa susah payah.

Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan. Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhanlah yang terus meningkat.

Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita melihat tukang es. Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil). Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Allah) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es. Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu.

Begitu pula dengan Allah, segala yang kita minta Allah tahu apa yang paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Allah mengabulkannya. Karena Allah tahu yang terbaik yang kita tidak tahu.

Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari “pilek” dan “demam”…. dan terus berdoa.

Iklan

16 Tanggapan to “KETIKA ALLAH BERKATA TIDAK”

  1. Menik said

    haaa…
    akhirnya dapet juga pertamax di blog inih :mrgreen:
    *tapi kayanya dah pernah deh*
    Tidak semua keinginan kita adalah yg terbaik menurut Illahi Robbi…
    Semoga kita selalu bersyukur 🙂

  2. theloebizz said

    huuuaaaaa…jd merasa ditampar niiih…
    intinya hrs selalu berhusnuzhon yah pada apa2 yg ditetapkan Allah utk kita 🙂

  3. Au' said

    Oalah mas, kalo bener2 baca isi postingan, saya kan gak bahas masalah novelnya jd jgn merasa tersaingi lah 😛

    Lagian posting saya itu juga hanya sekedar meneruskan info temen saja.

    *Kena virus capslock tah???

  4. Allah tidak akan merubah nasib seseorang jikalau orng tersebut tidak mau merubah nasibnya sendiri.
    Bukan begitu dik 🙂

  5. Zulmasri said

    Yang paling bagus, seimbangkan menghamba pada-Nya dan berupaya dalam menggapainya. Agama juga mengajarkan kita begitu untuk mengejar keduanya. Beribadah ritual seolah kita akan bertemu dengan-Nya, dan berusaha untuk dunia seolah kita akan hidup selamanya.

  6. blu3shoes said

    hemmm…bersyukur adalah kuncinya untuk mendapatkan keikhlasan di saat-saat kita mengalami suatu yang tidak menyenangkan..

  7. tehaha said

    hmmmm..
    bersyukur tetap jadi jalan terbaik untuk setiap kejadian yang menimpa kita..

  8. oRiDo said

    sifat manusiawi.. gak pernah merasa puas..
    padahal..
    padahal Allah swt selalu memberikan yang terbaik utk hambaNYA..
    itu yg selalu tertutupi oleh sifat manusiawi kita..

    semoga kita jauh dari su’udzon sama Allah..
    semoga sukses yah..
    😉

  9. azaxs said

    mantuk-mantuk 8)

  10. bener, emang manusia g pernah puas. klo yang dia mau g didpet, jadi suudzon ma Allah..
    padahal, belom tentu yang kita benci buruk buat kita, dan apa yang kita cinta, juga belom tentu baik buat kita…

    kembalikan semua pada Allah, n luruskan niat.. 😀

    *btw, bisa juga roy mosting2 ginian.. ke ke ke 😆 *
    *emang cuma presty aja yang error pas chatting??? 😛 *

  11. kt Tuhan, ngelunjak ntar kalo dijawab iya mulu 😛

  12. hasan said

    ini tulisan yang penuh dengan kemungkaran… siapa yang akan bertanggung jawab dengan tulisan di atas?? ada bukti ga? kalau Allah berucap seperti itu?? Manusia aja.. kalau di katakan Si A berkata …… harus benar2 kata si A, jika tidak bisa di tuntut ke pengadilan karena mencemarkan nama si A (memfitnah). terhadap Tuhanmu… knapa seenaknya berkata seperti itu?? jika berbohong atas nama manusia.. di yaumil akhir akan di tuntut pertanggungjawabannya… jika berbohong atas nama Allah… tunggu saja adzab di dunia dan balasannya di akhirat..

  13. randi168 said

    jadi penasaran, dikutipnya dari mana om? tapi sepengetahuan saya juga begitu……
    Ngga semua yang kita minta akan dikasih ,hal tsb karena demi kebaikan kita sendiri (bukan mengambil hikmah, tapi memang jalan kita demikian, which is kita usaha – tapi Allah yang menentukan).

  14. doa kita kepada sang Khalik insyaAllah:
    1. Dikabulkan
    2. Diganti dengan yang lebih baik
    3. Diganti di yaumul qiyamah

    >>>>>>> yupz….dulu guru ngajiku juga bilang kayak gitu….

  15. rinagu said

    harus berusaha sendiri untuk mensyukurin nikmat yang di dapat pada jalan yang bener, iya ga

  16. Early on, your training sessions should be limited to less than
    10 minutes. The most extreme version involves rewarding all good
    behavior through food or other positive methods and simply ignoring all bad behavior.
    If anything, teach your dog not to lick your guests.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: